Puding Coklat with fla vanila. :)

Puding Coklat with fla vanila. :)

Ati Ampela + Kentang bumbu bamboe..
Sumpaah!! enak bangett.. gue gak boong!
ciyuss

Ati Ampela + Kentang bumbu bamboe..

Sumpaah!! enak bangett.. gue gak boong!

  • ciyuss

bulet bulet unyu :)

MENU SIANG INI.

Ayam Balado campur tahu + Tumis Buncis pake Ati Ampela.

hmmmm.. top markotop :D

pengen bikin ini!!

FIX!!!!!! ^^

Reblogged from PRETTY FOODS
Tadaaaaaaaaaaaa!!!
Sambel Ati Ampela, enak lezat dan bergizi! :p

Tadaaaaaaaaaaaa!!!

Sambel Ati Ampela, enak lezat dan bergizi! :p

tipsforarchitectureschool:

#69 Make time for social interactions.
You might not think this one is important, but you have to make time to mingle with friends and even strangers.  For example, I just went to a bar and chatted with a local in my downtown area.  It was really cool to hear different ideas and disciplines from someone outside of studio.  I actually used the ideas we talked about in my current project and it went over very well. Architecture is about people, so make sure you continue to sharpen your craft by surrounding yourself with a variety of them.

tipsforarchitectureschool:

#69 Make time for social interactions.

You might not think this one is important, but you have to make time to mingle with friends and even strangers.  For example, I just went to a bar and chatted with a local in my downtown area.  It was really cool to hear different ideas and disciplines from someone outside of studio.  I actually used the ideas we talked about in my current project and it went over very well. Architecture is about people, so make sure you continue to sharpen your craft by surrounding yourself with a variety of them.

Tags: THIS!!!
Ayam Balado campur Tempe Toge ala chef Ari Wibowo ft. Farah Quinn. #preet :p

Ayam Balado campur Tempe Toge ala chef Ari Wibowo ft. Farah Quinn. #preet :p

Moga Bunda Disayang Allah #2


Bunda, 
Kami merasa itu marah-marah. Ternyata itu sungguh kasih sayang.
Karena jelas, orang2 yang sebenarnya tidak menyayangi kami,
tidak akan marah-marah saat kami akan melakukan sesuatu yang buruk bagi kami.

Bunda, 
Kami merasa itu cerewet. Ternyata itu sungguh kepedulian
Karena jelas, orang2 yang sebenarnya tidak peduli pada kami,
akan diam saja saat kami akan merusak diri sendiri.

Bunda, 
Kami merasa itu banyak peraturan. Ternyata itu sungguh kebebasan
Karena jelas, orang2 yang memuja kebebasan,
malah menggoda kami untuk melewati batasnya.

Bunda,
Saat semua itu sudah terjadi, saat orang lain pergi, tidak peduli, tertawa dengan mainan barunya,
maka hanya Bunda yang tetap menunggu
Sungguh terlalu banyak salah-paham yang kami lewati
Maka semoga kami tidak terlambat untuk menyadarinya

“Moga Bunda Disayang Allah”

— Darwis Tere Liye —

Moga Bunda Disayang Allah #1


Bunda,
Saat kami bayi, engkau orang terakhir tidur setelah dunia lelap,
bahkan boleh jadi tidak tidur, agar kami bisa nyenyak.
Dan engkau pula yang pertama kami lihat saat terjaga.

Bunda,
Saat kami kanak-kanak, engkau orang terakhir yang putus rasa sabarnya,
bahkan boleh jadi tidak pernah, walau orang2 lain telah jengkel setengah mati
Dan engkau pula yang pertama membesarkan hati.

Bunda,
Saat kami gagal, engkau orang terakhir yang berputus asa,
bahkan boleh jadi tidak pernah, meski seluruh dunia sudah berhenti berharap
Dan engkau pula yang pertama menghibur.

Bunda,
Saat kami sakit, engkau orang terakhir yang bertahan menemani,
bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah kembali sibuk
Dan engkau pula yang pertama berbisik kabar kesembuhan.

Bunda,
Saat kami ragu2, engkau orang terakhir yang hilang keyakinan,
bahkan boleh jadi tidak pernah pergi, meski sekitar telah menyerah
Dan engkau pula yang pertama berbisik tentang janji-janji.


Walaupun, 
Saat kami besar, boleh jadi engkau orang terakhir yang kami hubungi,
bahkan boleh jadi tidak pernah, karena alasan sibuk atau apalah

Walaupun,
Saat kami bahagia, boleh jadi engkau orang terakhir yang tahu,
bahkan boleh jadi benar2 amat terlambat, karena alasan tidak sempat atau apalah

Bunda,
Di antara bisik doa-doa-mu, sungguh terselip beribu nama kami
Dan boleh jadi itulah yang membawa kami hingga seperti hari ini
Engkau orang terakhir yang akan berhenti mendoakan kami,
bahkan boleh jadi tidak pernah berhenti, hingga akhir hayat.
Dan sungguh, Engkau pula orang pertama yang mengucapkan kata Amin bagi kami.

— Darwis Tere Liye —